Pembedahan merupakan salah satu metode utama dalam penanganan tumor, baik yang bersifat jinak maupun ganas (kanker). Tujuan dari operasi pengangkatan tumor adalah untuk menghilangkan jaringan yang tidak normal, mencegah penyebaran lebih lanjut, dan dalam beberapa kasus, menyelamatkan organ yang terdampak.
Dalam artikel ini, kita akan membahas jenis-jenis pembedahan untuk pengangkatan tumor, prosedur yang dilakukan, risiko yang mungkin terjadi, serta proses pemulihannya.
1. Apa Itu Pembedahan Pengangkatan Tumor?
Pembedahan pengangkatan tumor adalah prosedur medis yang dilakukan untuk menghilangkan tumor dari tubuh dengan menggunakan teknik operasi tertentu. Operasi ini bisa dilakukan untuk berbagai tujuan, seperti:
-Mengangkat tumor sepenuhnya jika memungkinkan.
-Mengurangi ukuran tumor sebelum pengobatan lain seperti kemoterapi atau radioterapi.
-Meringankan gejala pada kasus tumor yang tidak dapat diangkat sepenuhnya.
-Mencegah penyebaran kanker ke organ lain.
Tindakan ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis bedah onkologi, yaitu dokter yang menangani operasi kanker dan tumor.
2. Jenis Pembedahan untuk Pengangkatan Tumor
Ada beberapa jenis pembedahan yang digunakan tergantung pada lokasi tumor, tingkat keparahan, serta kondisi pasien. Berikut adalah beberapa metode utama:
🔹 1. Bedah Konvensional (Operasi Terbuka)
Merupakan jenis operasi yang paling umum dilakukan, di mana dokter membuat sayatan besar untuk mengakses dan mengangkat tumor.
– Digunakan untuk tumor yang besar atau sulit dijangkau.
– Membutuhkan waktu pemulihan lebih lama dibanding teknik lainnya.
🔹 2. Bedah Minimal Invasif (Laparoskopi atau Robotik)
Metode ini menggunakan sayatan kecil dengan bantuan kamera untuk mengangkat tumor.
– Risiko infeksi lebih rendah dan proses pemulihan lebih cepat.
– Cocok untuk tumor kecil atau yang letaknya mudah dijangkau.
🔹 3. Krioablasi (Cryosurgery)
Menggunakan suhu sangat dingin (nitrogen cair) untuk menghancurkan tumor.
– Umumnya digunakan untuk tumor kecil atau kanker kulit.
🔹 4. Bedah Laser
Menggunakan sinar laser untuk menghancurkan atau mengecilkan tumor.
– Digunakan pada kanker kulit, mata, atau jaringan lunak.
🔹 5. Bedah Mohs
Teknik pengangkatan lapisan demi lapisan yang sering digunakan untuk kanker kulit.
– Meminimalkan kerusakan jaringan sehat.
🔹 6. Bedah Radikal
Melibatkan pengangkatan organ atau jaringan di sekitar tumor, misalnya mastektomi (pengangkatan payudara) atau histerektomi (pengangkatan rahim).
– Dilakukan untuk mencegah penyebaran kanker lebih lanjut.
3. Prosedur Pembedahan Pengangkatan Tumor
Setiap prosedur operasi memiliki tahapan yang umumnya terdiri dari:
🔹 1. Persiapan Sebelum Operasi
– Pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk MRI, CT scan, atau biopsi untuk mengetahui karakteristik tumor.
– Pemberian anestesi (bius) lokal atau umum tergantung dari tingkat kompleksitas operasi.
🔹 2. Proses Pembedahan
– Dokter bedah akan melakukan sayatan dan mengangkat tumor beserta jaringan di sekitarnya.
– Dalam beberapa kasus, dilakukan pemeriksaan langsung (biopsi intraoperatif) untuk memastikan apakah tumor sudah sepenuhnya terangkat.
– Jika tumor terlalu besar, dokter bisa menyisakan sebagian dan mengombinasikan pengobatan lain seperti radioterapi.
🔹 3. Setelah Operasi (Pemulihan di Rumah Sakit)
– Pasien akan menjalani pemantauan di ruang pemulihan untuk memastikan tidak ada komplikasi.
– Jika diperlukan, selang drainase bisa dipasang untuk mengeluarkan cairan sisa operasi.
– Pemberian obat pereda nyeri dan antibiotik untuk mencegah infeksi.
4. Risiko dan Efek Samping Pembedahan Tumor
Meskipun pembedahan adalah metode yang efektif, tetap ada risiko yang perlu diperhatikan, seperti:
-Infeksi pada luka operasi jika tidak dirawat dengan baik.
-Pendarahan atau pembekuan darah yang bisa terjadi pascaoperasi.
-Rasa nyeri atau bengkak di area operasi selama beberapa hari hingga minggu.
-Kerusakan jaringan sehat di sekitar tumor, yang bisa menyebabkan gangguan fungsi organ.
-Efek samping anestesi, seperti mual, muntah, atau pusing.
Untuk mengurangi risiko ini, dokter biasanya memberikan petunjuk ketat terkait perawatan luka dan pemantauan kondisi tubuh setelah operasi.
5. Masa Pemulihan Pascaoperasi
Pemulihan setelah operasi sangat tergantung pada jenis pembedahan yang dilakukan dan kondisi pasien. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan selama masa pemulihan:
 1. Istirahat yang Cukup
– Hindari aktivitas berat selama beberapa minggu pertama.
 2. Perawatan Luka Operasi
– Jaga kebersihan luka dan ikuti petunjuk dokter untuk mencegah infeksi.
 3. Konsumsi Makanan Bergizi
– Perbanyak makanan yang kaya protein untuk mempercepat penyembuhan.
 4. Fisioterapi atau Rehabilitasi
– Jika operasi melibatkan pengangkatan organ tertentu (misalnya kanker prostat atau payudara), terapi fisik dan mental sangat disarankan.
 5. Kontrol Rutin ke Dokter
– Pemeriksaan pascaoperasi penting untuk memastikan tidak ada pertumbuhan tumor kembali.
6. Kapan Pembedahan Diperlukan?
Operasi pengangkatan tumor diperlukan jika:
– terus membesar dan menyebabkan gangguan fungsi organ.
– berpotensi berkembang menjadi kanker.
– ganas telah menyebar, tetapi masih bisa diangkat.
– Pengobatan lain seperti kemoterapi atau radioterapi tidak efektif.
Namun, tidak semua tumor harus dioperasi. Pada beberapa kasus, dokter dapat memilih metode lain seperti terapi hormon atau imunoterapi sebagai alternatif.
Kesimpulan
Pembedahan untuk pengangkatan tumor adalah metode yang efektif untuk menangani tumor baik yang jinak maupun ganas. Pemilihan teknik operasi tergantung pada lokasi, ukuran, dan sifat tumor, serta kondisi kesehatan pasien.